Probolinggo – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus melakukan percepatan pencairan Penghasilan Tetap (Siltap) perangkat desa serta Dana Desa (DD). Hingga saat ini, puluhan desa dilaporkan telah menerima pencairan tersebut. Senin, 09/03/2026 .
Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo, Monaris, menyampaikan bahwa proses pencairan Siltap dan Dana Desa terus berjalan secara bertahap di berbagai desa.
“Kami laporkan progresnya, sampai hari ini sekitar 47 desa sudah cair Siltap dan Dana Desanya. Malam ini juga sedang diproses sekitar 100 desa. Mudah-mudahan minggu ini bisa selesai semuanya,” ujar Monaris.
Menurutnya, percepatan proses pencairan ini dilakukan agar hak perangkat desa, termasuk RT dan RW, dapat segera diterima sehingga roda pemerintahan di tingkat desa tetap berjalan dengan baik.
Pihak DPMD juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait agar proses administrasi dan pencairan berjalan lancar tanpa hambatan.
Dengan adanya percepatan tersebut, diharapkan seluruh desa di Kabupaten Probolinggo dapat segera menerima pencairan Siltap dan Dana Desa dalam waktu dekat, sehingga perangkat desa dapat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dengan lebih optimal.
PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur mulai menghadapi tantangan operasional yang tidak ringan. Dalam sepekan terakhir, dua daerah bertetangga -Lumajang dan Probolinggo- menjadi sorotan publik setelah muncul persoalan teknis dan kualitas pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah masing-masing.
Meski sama-sama berhadapan dengan masalah yang berdampak pada masyarakat, langkah yang ditempuh pemerintah kedua daerah menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
Di Lumajang, Bupati Indah Amperawati mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional SPPG milik Yayasan ODA Masa Depan Utama di Desa Labruk Lor pada Kamis (5/3). Keputusan tersebut diambil setelah warga mengeluhkan bau limbah menyengat yang diduga mencemari lingkungan sekitar dan memunculkan kekhawatiran adanya kontaminasi pada sumur bor milik masyarakat.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa penutupan dilakukan karena pihak pengelola dinilai tidak menindaklanjuti sejumlah saran perbaikan yang sebelumnya telah disampaikan pemerintah daerah. Menurutnya, langkah tegas itu diperlukan agar program MBG tetap berjalan dengan standar kesehatan dan lingkungan yang layak.
“Kami sudah memberikan saran perbaikan, tetapi tidak dilaksanakan. Karena itu operasional kami hentikan sementara agar program MBG berjalan maksimal dan tidak merugikan masyarakat,” tegasnya. Operasional dapur MBG tersebut baru akan diizinkan kembali setelah sistem pengolahan limbah dinyatakan memenuhi standar sanitasi.
Sementara itu di Kabupaten Probolinggo, penanganan persoalan dilakukan melalui mekanisme koordinasi Satgas MBG daerah. Kasus yang menjadi perhatian terjadi di Kecamatan Pakuniran setelah ditemukan makanan berulat dalam menu MBG yang dibagikan kepada penerima manfaat.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menjelaskan bahwa setiap temuan di lapangan telah dilaporkan secara berjenjang kepada Satgas MBG tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah melakukan identifikasi sumber masalah serta memperkuat pengawasan terhadap keamanan pangan.
“Setiap kejadian sudah kami laporkan ke Satgas MBG Provinsi. Tidak ada yang kami tutupi. Semua kami sampaikan sesuai fakta di lapangan sebagai bahan evaluasi,” ujarnya.
Perbedaan pendekatan antara kedua daerah tersebut terlihat cukup jelas. Di Lumajang, penanganan persoalan dilakukan secara langsung oleh kepala daerah dengan tindakan tegas berupa penghentian operasional dapur MBG hingga standar lingkungan terpenuhi. Sementara di Probolinggo, langkah yang diambil lebih menitikberatkan pada mekanisme administratif dan koordinatif melalui satgas serta jalur pelaporan berjenjang ke tingkat provinsi.
Munculnya kasus di Pakuniran juga membuat publik menanti sejauh mana keterlibatan langsung kepala daerah dalam mengawal program nasional ini. Mengingat program MBG berkaitan langsung dengan kesehatan anak sekolah dan ibu hamil, pengawasan kualitas makanan serta standar sanitasi dapur menjadi faktor yang sangat krusial.
Pengalaman Lumajang dan Probolinggo memberikan pelajaran penting bagi daerah lain. Keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur pengelolaan limbah, standar higienitas dapur, serta sistem pengawasan mutu pangan yang ketat dan konsisten. (Red)
Probolinggo – Curhatan seorang Kepala Desa di Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo terkait belum cairnya penghasilan tetap (Siltap) bagi perangkat desa, RT dan RW mendapat perhatian dari berbagai pihak. Persoalan tersebut juga mendapat tanggapan dari LSM AMPP (Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo). Senin, 09/03/2026.
Ketua LSM AMPP, Lutvi Hamid, menyampaikan bahwa keterlambatan pencairan Siltap bagi perangkat desa, RT dan RW seharusnya tidak terjadi dalam waktu lama, mengingat mereka merupakan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa.
Menurut Lutvi, perangkat desa bersama RT dan RW memiliki peran penting dalam membantu jalannya pemerintahan desa, mulai dari pelayanan administrasi hingga menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait pencairan Siltap tersebut. Jangan sampai para perangkat desa, RT dan RW yang sudah bekerja melayani masyarakat justru merasa terbebani karena hak mereka belum terpenuhi,” ujarnya.
LSM AMPP juga mendorong agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut, sehingga tidak menimbulkan keresahan di kalangan perangkat desa maupun masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo, Monaris, menanggapi persoalan tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya mencarikan solusi atas keterlambatan pencairan Siltap perangkat desa, RT dan RW.
Menurut Monaris, pihak DPMD akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan.
“Kami akan mencarikan solusi agar persoalan ini bisa segera teratasi,” ungkapnya.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah serta dorongan dari berbagai pihak, diharapkan persoalan keterlambatan pencairan Siltap perangkat desa, RT dan RW di wilayah Kabupaten Probolinggo dapat segera menemukan jalan keluar, sehingga roda pemerintahan di tingkat desa tetap berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Probolinggo – Pemerintah Desa Kalisalam menggelar seleksi pemilihan perangkat desa sebagai upaya mengisi posisi perangkat yang kosong sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan seleksi tersebut berlangsung dengan tertib dan transparan, serta diikuti oleh para peserta yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Senin, 9 /03/2026 .
Proses seleksi ini dilaksanakan melalui tahapan tes yang bertujuan untuk menjaring calon perangkat desa yang memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan dalam menjalankan tugas pemerintahan desa. Hasil dari tes tersebut rencananya akan segera diumumkan setelah seluruh proses penilaian selesai dilakukan oleh panitia.
Ketua Panitia Seleksi, Sugeng Sunaryoto, menyampaikan bahwa proses seleksi ini dilakukan secara objektif dan profesional. Ia berharap siapa pun yang nantinya dinyatakan lolos benar-benar mampu mengemban amanah sebagai perangkat desa.
“Siapapun yang nantinya terpilih, kami berharap benar-benar menjadi perangkat desa yang mumpuni, memiliki tanggung jawab, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Desa Kalisalam,” ungkap Sugeng Sunaryoto.
Sementara itu, Kepala Desa Kalisalam, Mat Ali, menyampaikan bahwa seleksi perangkat desa ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa untuk memperkuat sistem pelayanan publik di tingkat desa. Menurutnya, perangkat desa memiliki peran penting dalam membantu kepala desa menjalankan program pembangunan serta pelayanan administrasi kepada warga.
Pelaksanaan tes tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai instansi terkait. Kegiatan seleksi turut dihadiri oleh unsur pemerintahan dan aparat keamanan, di antaranya Camat Dringu serta Kapolsek Dringu, yang hadir untuk memastikan jalannya proses seleksi berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Setelah hasil tes diumumkan, calon perangkat desa yang dinyatakan lolos akan segera dipersiapkan untuk proses pelantikan. Rencananya, pelantikan perangkat desa terpilih akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yakni sekitar tanggal 10 hingga 16 Maret 2026.
Dengan adanya seleksi ini, Pemerintah Desa Kalisalam berharap dapat memperoleh perangkat desa yang kompeten, berdedikasi, serta mampu mendukung jalannya roda pemerintahan desa secara efektif demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Probolinggo – Produk camilan lokal kembali hadir dengan kualitas dan tampilan yang menarik. Kali ini datang dari Desa Paiton, Kabupaten Probolinggo, melalui produk Laaberyl Kacang Bawang yang diproduksi oleh pelaku UMKM, Ibu Verda Agustina.
Sebagai owner, Ibu Verda Agustina . menghadirkan camilan kacang bawang dengan cita rasa gurih dan renyah yang khas. Produk ini dibuat dari kacang pilihan yang diolah dengan bumbu bawang berkualitas, sehingga menghasilkan rasa yang lezat dan cocok dinikmati oleh berbagai kalangan. Minggu, 08/03/2026 .
Laaberyl . Kacang Bawang juga tampil dengan kemasan modern dan elegan. Produk ini tersedia dalam kemasan standing pouch berwarna emas serta kemasan toples transparan yang praktis. Selain memberikan kesan premium, kemasan tersebut juga menjaga kualitas dan kerenyahan kacang agar tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
Menurut Ibu Verda Agustina, usaha ini berawal dari keinginannya untuk menghadirkan camilan rumahan yang memiliki kualitas rasa tinggi sekaligus dapat bersaing di pasaran.
“Kami ingin menghadirkan produk camilan yang enak, higienis, dan bisa dinikmati semua kalangan. Semoga Laaberyl Kacang Bawang bisa diterima masyarakat luas,” ujarnya.
Dengan rasa yang gurih dan tekstur yang renyah, Laaberyl Kacang Bawang sangat cocok dijadikan teman bersantai, hidangan saat berkumpul bersama keluarga, maupun sebagai oleh-oleh khas daerah.
Kehadiran Laaberyl Kacang Bawang juga menjadi bukti bahwa pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo terus berinovasi dalam menghadirkan produk berkualitas. Diharapkan produk ini mampu berkembang lebih luas dan menjadi salah satu camilan favorit masyarakat.
Probolinggo – Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP) memberikan apresiasi atas kinerja dan kepemimpinan Supriyanto selaku Ketua DPC PAPDESI (Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Probolinggo periode 2023–2028. Minggu, 08/03/2024.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LSM AMPP, Lutfi Hamid, yang menilai bahwa kepemimpinan Supriyanto mampu membawa semangat kebersamaan dan memperkuat koordinasi antar kepala desa di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.
Menurut Lutfi Hamid, keberadaan PAPDESI di bawah kepemimpinan Supriyanto tidak hanya menjadi wadah komunikasi antar aparatur pemerintah desa, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“LSM AMPP mengapresiasi kepemimpinan Bapak Supriyanto sebagai Ketua DPC PAPDESI Kabupaten Probolinggo. Beliau mampu memimpin dan menghimpun para kepala desa sehingga terjalin sinergi yang baik dalam menjalankan roda pemerintahan desa,” ujar Lutfi Hamid.
Ia menambahkan, kepemimpinan yang solid di tingkat desa sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Desa merupakan ujung tombak pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga peran kepala desa dan aparatur desa sangat menentukan dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
Lutfi juga berharap agar PAPDESI di bawah kepemimpinan Supriyanto terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat, demi terciptanya pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami berharap sinergitas ini terus terjaga. PAPDESI memiliki peran strategis dalam menyatukan visi pembangunan desa serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang baik di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Dengan adanya dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak, diharapkan kepemimpinan Supriyanto sebagai Ketua DPC PAPDESI Kabupaten Probolinggo periode 2023–2028 dapat terus membawa kemajuan bagi aparatur desa serta memberikan dampak positif bagi pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.
Kraksaan – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di pintu masuk Alun-Alun Kraksaan dipadati masyarakat yang berburu berbagai macam takjil. Deretan tenda pedagang yang berjajar rapi di sepanjang jalan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin mencari hidangan pembuka puasa. Sabtu, 07/03/2026.
Berbagai jenis makanan dan minuman tersedia lengkap di lokasi ini. Mulai dari es buah segar, teler pokat, aneka gorengan, pancake, hingga berbagai jajanan kekinian yang menggugah selera. Aroma makanan yang menggoda serta warna-warni minuman segar membuat para pengunjung sulit untuk melewatkan kesempatan berburu takjil di kawasan tersebut.
Koordinator pedagang, Mul Keramik, mengatakan bahwa keberadaan para pedagang takjil di pintu masuk Alun-Alun Kraksaan ini menjadi salah satu pusat kuliner favorit masyarakat saat bulan Ramadan.
“Di sini tersedia berbagai macam takjil yang bisa dipilih masyarakat untuk berbuka puasa. Kami mengajak masyarakat Kraksaan dan sekitarnya untuk datang meramaikan dan membeli dagangan para pedagang kecil di sini,” ujar Mul.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi tempat berburu makanan berbuka puasa, tetapi juga membantu meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM lokal selama bulan Ramadan.
Setiap sore, lokasi ini dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, anak muda, hingga para pekerja yang pulang dari aktivitas sehari-hari. Mereka terlihat berjalan menyusuri deretan tenda pedagang sambil memilih makanan favorit untuk dibawa pulang.
Dengan suasana yang ramai namun tetap tertib, kawasan pintu masuk Alun-Alun Kraksaan kini menjadi salah satu destinasi favorit warga untuk berburu takjil sekaligus menikmati nuansa Ramadan yang penuh kehangatan.
Koordinator pedagang, Mul Keramik, berharap masyarakat terus mendukung para pedagang dengan berbelanja di lokasi tersebut.
“Silakan datang dan meramaikan. Banyak pilihan takjil yang enak dan terjangkau. Semoga keberadaan para pedagang di sini bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan pedagang kecil,” pungkasnya.
Ramainya pusat takjil ini menjadi bukti bahwa bulan Ramadan selalu membawa berkah, tidak hanya bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga bagi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan rezekinya dari penjualan makanan berbuka puasa.
Probolinggo – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP) memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Desa Alas Sumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Apresiasi tersebut diberikan karena dinilai mampu menjalankan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sabtu, 07/03/2026 .
Ketua LSM AMPP menyampaikan bahwa kepemimpinan Kepala Desa Alas Sumur Kulon, Suhud, dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal ini terlihat dari berbagai program desa yang dijalankan secara terbuka dan melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan.
Menurutnya, transparansi dalam pengelolaan anggaran desa serta keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan pemerintahan desa yang sehat dan dipercaya oleh warganya.
“Pemerintahan Desa Alas Sumur Kulon di bawah kepemimpinan Bapak Suhud patut diapresiasi. Kami melihat adanya komitmen yang baik dalam menjalankan pemerintahan yang akuntabel dan transparan. Selain itu, pelayanan kepada masyarakat juga cukup cepat dan mempermudah berbagai kebutuhan administrasi warga,” ujar perwakilan LSM AMPP.
LSM AMPP juga menilai bahwa hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat berjalan harmonis. Warga dapat dengan mudah mengakses pelayanan, mulai dari pengurusan administrasi hingga penyampaian aspirasi terkait pembangunan desa.
Selain itu, berbagai program pembangunan desa dinilai berjalan dengan baik karena adanya koordinasi antara pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Hal ini dinilai mampu menciptakan suasana pemerintahan yang kondusif serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
Kepala Desa Alas Sumur Kulon, Suhud, menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh LSM AMPP. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga transparansi dalam setiap program pemerintahan desa.
“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Pemerintahan desa harus terbuka, transparan, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat,” ungkap Suhud.
Dengan adanya apresiasi dari LSM AMPP ini, diharapkan Pemerintah Desa Alas Sumur Kulon dapat terus mempertahankan kinerja positifnya serta menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjalankan tata kelola pemerintahan desa yang baik, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Probolinggo – Dalam suasana penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan, perusahaan layanan perjalanan haji dan umroh Safara Qolby menggelar acara buka puasa bersama dengan wartawan serta LSM se-Kabupaten Probolinggo. Kamis, 05/03/2026.
Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban di Warteg Bu Wiwik.
Perusahaan yang dikenal sebagai salah satu penyedia layanan haji dan umroh terbaik di Jawa Timur ini beralamat di Jalan Raya Krejengan RT 004 / RW 001.
Kegiatan buka bersama tersebut digelar sebagai bentuk silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara pihak perusahaan dengan insan pers serta aktivis LSM di wilayah Probolinggo.
Pemilik perusahaan H. Syaiful Bahri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya wartawan dan LSM yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Menurut H. Syaiful Bahri, bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan serta memperkuat kebersamaan.
“Melalui kegiatan buka bersama ini kami ingin menjalin silaturahmi yang lebih erat dengan teman-teman wartawan dan LSM di Kabupaten Probolinggo. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Acara diawali dengan ramah tamah antara para undangan yang hadir. Sejumlah wartawan dari berbagai media serta perwakilan LSM tampak hadir dan berbincang santai sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Setelah azan Magrib berkumandang, para tamu undangan bersama-sama menikmati hidangan berbuka yang telah disediakan oleh pihak Warteg Bu Wiwik. Suasana penuh kekeluargaan terlihat jelas ketika para tamu saling berbincang dan bertukar cerita.
Melalui kegiatan tersebut, Safara Qolby berharap hubungan baik dengan para wartawan dan LSM dapat terus terjalin dengan harmonis, sekaligus menjadi sarana memperkuat sinergi dalam memberikan informasi positif kepada masyarakat.
PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Probolinggo tengah dihantam isu serius terkait standar keamanan pangan. Temuan ulat dalam menu makanan di beberapa titik distribusi memicu reaksi keras dari legislatif hingga aktivis, yang menilai kejadian ini sebagai ancaman nyata bagi kesehatan anak-anak penerima manfaat.
Kasus ini mencuat pada akhir Februari 2026 di dua lokasi berbeda, yakni SPPG Sogaan (Kecamatan Pakuniran) dan SPPG Sidodadi (Kecamatan Paiton).
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Ning Ayu Nofita Rahmawati kepada awak media menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.
“Kami sangat prihatin. Ini bukan persoalan remeh, melainkan masalah keselamatan nyawa penerima manfaat. Jika benar ditemukan ulat, artinya ada kegagalan fatal dalam pengawasan,” tegas Ning Ayu.
Ia mengindikasikan akan segera memanggil Satgas MBG untuk melakukan evaluasi total terhadap aspek quality control (QC) di lapangan.
Kritik tajam juga datang dari Syaiful Bahri, Ketua Laskar Advokasi Siliwangi. Ia menilai temuan ulat dan belatung tersebut sebagai bukti lemahnya profesionalisme pihak penyedia atau SPPG dalam mengelola program negara yang bernilai besar.
Syaiful menduga adanya pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya dalam proses pembersihan bahan baku dan pengolahan makanan di dapur penyedia. Ia juga menduga adanya indikasi penghematan biaya produksi yang mengorbankan kualitas bahan demi mengejar keuntungan. Bahkan, ia mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk bersikap tegas.
“Jika terbukti lalai, izin Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) SPPG tersebut harus dicabut. Jangan jadikan anak-anak kita sebagai kelinci percobaan dari manajemen dapur yang tidak higienis,” cetusnya.
Insiden ini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan Program MBG di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Probolinggo. Komisi IV DPRD mendorong Satgas MBG untuk memperketat pengawasan, mulai dari memastikan rantai distribusi bebas kontaminasi, melakukan audit berkala terhadap higienitas dapur, hingga menjatuhkan sanksi tegas bagi penyedia yang terbukti mengabaikan faktor kesehatan.
Publik kini menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo agar program “Makan Bergizi” benar-benar menghadirkan manfaat gizi bagi siswa, bukan justru menimbulkan risiko penyakit. (red)
Probolinggo – Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PPP, Mohammad Amin Haddar, melaksanakan kegiatan Masa Reses Tahap Kedua Masa Persidangan II Tahun Sidang II Tahun 2026 di Kantor Polindes Desa Brani Kulon, wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Maron, Tiris, dan Krucil.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan itu tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta sejumlah warga yang antusias mengikuti jalannya acara. Rabu, 04/03/2026 .
Dalam sambutannya, Amin Haddar menegaskan bahwa reses merupakan agenda konstitusional anggota legislatif untuk turun langsung menyapa masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan konstituennya.
“Reses adalah momentum silaturahmi dan penguatan sinergi. Kami ingin memastikan hubungan antara DPRD dan masyarakat tetap terjalin erat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara legislatif, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Menurutnya, kemajuan desa menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan Kabupaten Probolinggo secara keseluruhan.
Acara berlangsung tertib dan penuh khidmat, diawali dengan pembukaan, sambutan, serta dialog interaktif. Kehadiran masyarakat menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi yang konstruktif dengan wakilnya di parlemen daerah.
Kegiatan reses ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Melalui agenda ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat demi terciptanya pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo.
Probolinggo – Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Golkar, Intan Cahya kurniasari, S.Pi., M.M., menggelar kegiatan Masa Reses Tahap Kedua Masa Persidangan II Tahun Sidang II 2026 di Desa Tamansari. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026, bertempat di salah satu rumah warga, Irawan.
Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, puluhan warga—yang mayoritas kaum perempuan—hadir dan duduk bersila di atas tikar yang digelar di teras rumah. Meski berlangsung tanpa kemewahan, kegiatan reses tersebut berjalan tertib dan sarat makna.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo yang membidangi kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Intan menegaskan pentingnya reses sebagai ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat.
“Reses ini adalah kewajiban kami untuk turun langsung mendengar kebutuhan masyarakat. Apa yang menjadi keluhan dan harapan panjenengan semua akan kami catat dan perjuangkan,” ujarnya di hadapan warga.
Berbagai aspirasi disampaikan dalam forum tersebut. Seperti persoalan layanan kesehatan, bantuan pendidikan, hingga kebutuhan program pemberdayaan ekonomi bagi ibu rumah tangga. Selain itu, beberapa peserta juga menyampaikan usulan pelatihan keterampilan dan dukungan permodalan usaha kecil.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah warga membawa dokumen dan proposal yang langsung diperlihatkan kepada legislator tersebut. Intan tampak mencatat setiap poin aspirasi dan berdialog untuk memastikan permasalahan yang disampaikan dapat dipahami secara utuh.
Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan dikawal sesuai mekanisme dan skala prioritas dalam pembahasan anggaran daerah. “Kita akan pilah berdasarkan urgensi dan kemampuan anggaran. Yang jelas, semua masukan tidak akan diabaikan,” tegasnya.
Pemilik rumah, Irawan, mengaku bersyukur karena kediamannya dapat menjadi tempat terselenggaranya kegiatan reses tersebut. Ia berharap aspirasi masyarakat Desa Tamansari benar-benar mendapat perhatian dan tindak lanjut.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar setiap aspirasi yang telah disampaikan dapat direalisasikan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tamansari dan Kabupaten Probolinggo secara umum.