Kategori: Uncategorized

  • Koperasi Desa Merah Putih Diresmikan di Petemon, Warga Sambut Penuh Gembira 

    Koperasi Desa Merah Putih Diresmikan di Petemon, Warga Sambut Penuh Gembira 

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tanpa banyak publikasi, sebuah forum Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) digelar di Pendopo Desa Petemon, Kecamatan Krejengan, Jumat (23/5/2025). Warga datang berbondong-bondong. Ada yang bertanya-tanya, ada pula yang sudah mengetahui kabarnya sejak jauh hari. Namun tak banyak yang menyangka, forum itu menjadi momen lahirnya Koperasi Desa Merah Putih, sebuah inisiatif baru yang membawa harapan besar bagi perekonomian desa.

    Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari program nasional yang diinisiasi langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Kepala Desa Petemon, Baginda Purnomo, menjelaskan bahwa koperasi tersebut masih berada pada tahap awal dan akan terus berkembang mengikuti arahan pusat.

    “Ini masih tahap awal, peraturannya belum tentu tetap. Kita mengikuti instruksi dari pusat. Desa Petemon masih dalam tahap belajar. Nanti akan ada musyawarah lanjutan,” ujarnya usai Musdessus.

    Meski demikian, antusiasme warga justru membuncah. Sejumlah elemen masyarakat seperti RT/RW, LKD, BPD, hingga generasi muda lulusan SMK dan S1 hadir menunjukkan dukungan penuh. Para ibu rumah tangga pun turut serta, berharap koperasi ini mampu menjadi tonggak awal bagi kemandirian ekonomi desa.

    “Kami berharap koperasi ini bisa berjalan dengan lancar dan benar-benar membawa manfaat bagi seluruh warga Petemon,” tutup Baginda Purnomo.

  • Iqbal Gaungkan Ekonomi Kerakyatan, Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri di Temenggungan

    Iqbal Gaungkan Ekonomi Kerakyatan, Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri di Temenggungan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Pembentukan koperasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Prabowo Subianto Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi desa,” ungkap Moch Iqbal Ali Warsa, Kepala Desa Temenggungan, saat membuka Musyawarah Desa Khusus (Musdessus), Jumat (22/5), di pendopo kantor desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

    Dalam forum resmi tersebut, Pemerintah Desa Temenggungan secara sah membentuk Koperasi Merah Putih, yang disebut-sebut bakal menjadi tulang punggung baru penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah desa.

    Pria yang akrab disapa Iqbal itu memaparkan bahwa pembentukan koperasi merupakan amanah langsung dari pemerintah pusat. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk awak media, yang telah hadir dan turut mendukung proses Musdessus.

    “Musdessus hari ini merupakan bagian dari percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagaimana diinstruksikan oleh Presiden Republik Indonesia,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan bahwa forum ini menjadi wadah untuk membentuk struktur pengurus dan pengawas koperasi secara musyawarah dan demokratis. Ia berharap hasil dari musyawarah kali ini melahirkan kepengurusan yang benar-benar kompeten dan memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

    “Kami ingin koperasi ini benar-benar dikelola oleh orang-orang yang punya semangat, kapasitas, dan kepedulian terhadap pembangunan ekonomi desa,” tegasnya.

    Musdessus tersebut diikuti oleh unsur BPD, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Kecamatan.

    “InsyaAllah, koperasi ini akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan desa mandiri, maju, dan sejahtera,” tutup Iqbal.

  • Kades Opo-opo Muhaimin Asyatta Resmikan Koperasi Merah Putih: Harapan Baru Ekonomi Desa

    Kades Opo-opo Muhaimin Asyatta Resmikan Koperasi Merah Putih: Harapan Baru Ekonomi Desa

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Warga itu sebenarnya antusias, tapi mereka juga masih khawatir, takut salah, dan belum paham teknisnya,” ujar Kepala Desa Opo-opo, Muhaimin Asyatta, saat meresmikan pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Opo-opo, Kamis (22/5), dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang digelar di kantor desa dan dihadiri oleh 80 peserta.

    Menurut Muhaimin, koperasi ini dibentuk sebagai upaya untuk menciptakan kemandirian ekonomi warga desa melalui lapangan pekerjaan dan pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan. Pembentukan koperasi ini menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 yang mendorong penguatan ekonomi berbasis desa.

    “Tujuannya jelas, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Kita ingin warga bisa mandiri dan punya usaha sendiri,” tambahnya.

    Kendati antusiasme warga tinggi, kekhawatiran muncul karena belum semua memahami teknis operasional koperasi, seperti manajemen, pembukuan, hingga pembagian peran dalam struktur kepengurusan.

    Muhaimin memastikan bahwa Pemerintah Desa Opo-opo akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada warga agar koperasi bisa berjalan sesuai harapan. Ia juga mengajak seluruh warga untuk aktif terlibat demi keberhasilan koperasi ini.

    “Kita akan terus edukasi. Ini bukan sekadar program, tapi upaya bersama membangun ekonomi desa dari bawah,” tegasnya.

    Dengan resmi berdirinya Koperasi Merah Putih, masyarakat Desa Opo-opo kini menapaki langkah baru menuju kemandirian ekonomi yang berlandaskan semangat gotong royong.

  • Resmi Berdiri! Koperasi Merah Putih Siap Ubah Nasib Ekonomi Desa Karangren

    Resmi Berdiri! Koperasi Merah Putih Siap Ubah Nasib Ekonomi Desa Karangren

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Jika sebelumnya warga Desa Karangren, Kecamatan Krejengan, harus bergantung pada tengkulak dan sistem ekonomi informal, kini babak baru dimulai. Pada Kamis (22/5/2025), Pemerintah Desa Karangren resmi membentuk Koperasi Desa Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang digelar di Gedung Perpustakaan Cahaya.

    Langkah ini menandai transformasi signifikan dalam pengelolaan ekonomi desa. Tak lagi hanya menjadi penonton dalam arus pembangunan, kini warga diberi ruang lebih luas untuk menjadi pelaku utama ekonomi berbasis potensi lokal.

    Pembentukan koperasi ini merupakan implementasi langsung dari program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya koperasi desa sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan di pelosok Nusantara.

    Musdessus tersebut dihadiri berbagai elemen penting, termasuk Firman Yuliadi, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Krejengan mewakili Camat; Kepala Desa Karangren, Subandi, perangkat desa, BPD, karang taruna, pendamping desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

    Dalam sambutannya, Subandi menyampaikan harapannya agar koperasi ini menjadi kekuatan ekonomi nyata, bukan hanya berdiri di atas kertas.

    “Kami ingin koperasi ini dikelola profesional dan transparan. Tujuannya bukan hanya mengelola uang, tapi menciptakan lapangan kerja, memperkuat permodalan warga, dan membangun kemandirian desa,” ujar Subandi.

    Firman Yuliadi turut menggarisbawahi bahwa koperasi ini menjadi sarana strategis untuk meningkatkan daya saing warga, sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong.

    Forum berlangsung terbuka, memberi kesempatan warga untuk menyampaikan gagasan terkait bentuk usaha, struktur kepengurusan, hingga mekanisme tata kelola koperasi. Semua masukan itu akan menjadi landasan finalisasi koperasi.

    Koperasi Merah Putih disiapkan untuk menjalankan berbagai fungsi: dari simpan pinjam, distribusi hasil pertanian, hingga pengembangan UMKM lokal. Pemerintah desa menargetkan koperasi ini menjadi motor penggerak utama perekonomian Karangren dalam jangka panjang.

  • Bawa Misi Prabowo, Desa Widoro Dirikan Koperasi Merah Putih untuk Kesejahteraan Warga

    Bawa Misi Prabowo, Desa Widoro Dirikan Koperasi Merah Putih untuk Kesejahteraan Warga

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Kabar gembira untuk warga Desa Widoro. Bersiaplah menyambut babak baru dalam pembangunan ekonomi desa. Sebab, pada Kamis (22/5/2025), Pemerintah Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, secara resmi membentuk Koperasi Desa Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) di Aula Desa.

    Langkah ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah implementasi langsung dari program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mendorong terbentuknya koperasi desa di seluruh penjuru Nusantara sebagai pusat penggerak ekonomi berbasis potensi lokal.

    Musdessus tersebut menghadirkan berbagai pihak penting, mulai dari Kasie Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Krejengan, Firman Yuliadi, mewakili Camat Krejengan; Kepala Desa Abdul Jalal beserta perangkat; ketua dan anggota BPD; karang taruna; pendamping desa; tokoh masyarakat; hingga warga setempat.

    Dalam sambutannya, Abdul Jalal menegaskan tekadnya agar koperasi ini tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    “Kami akan pastikan koperasi ini dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tujuannya jelas: menyerap tenaga kerja, memperkuat permodalan warga, dan membangun ekonomi desa yang berdaya saing,” tegas Jalal.

    Sementara itu, Firman Yuliadi menyampaikan bahwa koperasi desa ini adalah peluang besar bagi masyarakat untuk bangkit secara ekonomi.

    “Koperasi ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat ekonomi warga serta menghidupkan kembali semangat gotong royong. Ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dari desa,” ujarnya.

    Dalam forum yang berlangsung terbuka itu, warga diberi ruang menyampaikan aspirasi, mulai dari bentuk usaha, struktur kepengurusan, hingga sistem tata kelola. Seluruh masukan tersebut akan menjadi dasar dalam finalisasi pembentukan koperasi.

    Koperasi Desa Merah Putih dirancang menjadi pusat kegiatan ekonomi warga: dari simpan pinjam, distribusi hasil pertanian, hingga pengembangan UMKM lokal. Pemerintah desa berharap koperasi ini bukan hanya simbol kemandirian ekonomi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Desa Widoro secara berkelanjutan.

  • Ivan, Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Tinjau PLC demi Ekosistem Bisnis yang Sehat dan Berkelanjutan

    Ivan, Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Tinjau PLC demi Ekosistem Bisnis yang Sehat dan Berkelanjutan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Suasana kawasan Probolinggo Logistic Center (PLC) tampak lebih sibuk dari biasanya pada Selasa (20/5/2025). Deretan truk dan aktivitas bongkar muat logistik menjadi saksi kedatangan dua pucuk pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari Kabupaten dan Kota Probolinggo yang meninjau langsung ke lokasi tersebut.

    Kunjungan lapangan itu dilakukan bersama Badan Revitalisasi Ekosistem Bisnis dan Perekonomian Daerah. Tujuannya jelas: memastikan aktivitas bisnis di pusat logistik berjalan sesuai regulasi, sekaligus memberikan pembinaan langsung kepada pelaku usaha yang terlibat di dalamnya.

    Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, yang akrab disapa Ivan, hadir bersama jajaran pengurusnya. Ia didampingi Ketua Kadin Kota Probolinggo, Roy Gunadi. Keduanya terlihat aktif berdialog dengan pengelola PLC serta meninjau langsung fasilitas dan operasional di lapangan.

    “Langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk membina dan mengawasi pelaku usaha agar mampu tumbuh secara sehat dan profesional,” ungkap Ivan.

    Menurut Ivan, keberadaan PLC sebagai simpul distribusi barang di wilayah Tapal Kuda memiliki peran vital dalam mendukung pergerakan ekonomi daerah. Karena itu, pengelolaan yang transparan dan taat aturan menjadi keharusan.

    “Kami ingin mendorong agar pusat logistik ini bisa menjadi model pengelolaan yang efisien, ramah UMKM, dan berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi lokal,” paparnya.

    Ivan juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara Kadin dan lembaga ekonomi daerah terus ditingkatkan demi menciptakan ekosistem usaha yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

    “Kami akan terus mendampingi pelaku usaha, tidak hanya soal profit, tapi juga dalam membangun nilai-nilai ekonomi yang berkeadilan,” tutup Ivan.

     

  • Laksanakan Intruksi Presiden Pemerintah Desa Wangkal Adakan Musdes pembentukan Koperasi Merah Putih

    Laksanakan Intruksi Presiden Pemerintah Desa Wangkal Adakan Musdes pembentukan Koperasi Merah Putih

     

     

    Pemerintah Desa wangkal kecamatan gading , Probolinggo .Mengadakan musdes mengenai desa khusus pembentukan pengurus, KOPERASI DESA MERAH PUTIH.
    yang diselenggarakan di pendopo kantor desa wangkal . Yang di hadiri oleh Camat gading , Satrio Sinong Raharjo, perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, jajaran anggota polsek gading ,jajaran anggota koramil , 0820/23 . Kepala Desa beserta Perangkat Desa, BPD,

    Pendamping Desa, Ketua RT dan Ketua RW , Tokoh agama, serta tokoh Masyarakat setempat. Rabu, 20 /05 / 2025 .

    Bisa diketahui bersama bahwa Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah Intruksi Presiden Nomor 9 tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Petunjuk Pelaksanaan Menteri Koperasi Nomor 1 tahun 2025 tentang Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dimana setiap desa atau kelurahan harus menjalankan musdes pembentukan koperasi desa merah putih tersebut.

    Kepala desa wangkal, Ahmad Taufiq di sela- sela musdes tersebut mengungkapkan ucapan terimaksihnya kepada seluruh undangan yang menghadiri musdes tersebut. Dan memfasilitasi dalam pembentukan musdes kopdes itu.

    ” Kami atas nama pemerintah Desa mengucapkan terimakasih atas adanya musdes ini. Karena ini merupakan program pemerintah pusat yang mendorong penguatan ekonomi yang harus kami laksanakan dan kami dukung” Paparnya.

    Sementara Camat Gading , Satrio Sinong Raharjo . dalam sambutannya mengungkapkan musdes pembentukan koperasi desa merah putih ini harus cepat dilaksanakan. Karena ini merupakan nawacita dari presiden. Yang di bulan Mei harus sudah di selesaikan. Dengan harapan sudah terbentuk semua. Khususnya di kecamatan gading .

    ” Pembentukan koperasi desa merah putih ini nawacita dari president. Yang mana dibulan ini semua harus selesai. Dan alhamdulilah pada siang hari ini. Sudah terlaksana dan tidak ada hambatan ” . Ungkapnya.

    Senada dengan yang diungkapkan oleh camat gading, Toni. Perwakilan dari dinas DKUPP . Juga Memberikan statment bahwasannya dengan adanya koperasi desa merah putih ini . Diharapkan perekonomian yang ada di desa Wangkal ini meningkat. Dan bisa menyiapkan tenaga kerja di desa wangkal khususnya.

    ” Dengan adanya pembentukan koperasi desa merah putih ini. Nantinya bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian khusunya warga wangkal. Dan alhamdulillah sudah dibentuk. Terkait penamaan Kopdes, Domisili kopdes. dan pengurus serta Pengawas model pembentukannya. besaran simpanan pokok dan simpanan wajibnya . beserta unit usaha yang nantinya akan dijalankan oleh kopdes merah putih desa wangkal Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo ” Imbuhnya. Hery

  • Laksanakan Intruksi Presiden Pemerintah Desa Wangkal Adakan Musdes Pembentukan Koperasi Merah Putih

    Laksanakan Intruksi Presiden Pemerintah Desa Wangkal Adakan Musdes Pembentukan Koperasi Merah Putih

     

     

    Pemerintah Desa wangkal kecamatan gading , Probolinggo .Mengadakan musdes mengenai desa khusus pembentukan pengurus, KOPERASI DESA MERAH PUTIH.

    yang diselenggarakan di pendopo kantor desa wangkal . Yang di hadiri oleh Camat gading , Satrio Sinong Raharjo,

    perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, jajaran anggota polsek gading ,jajaran anggota koramil , 0820/23 .

    Kepala Desa beserta Perangkat Desa, BPD, Pendamping Desa, Ketua RT dan Ketua RW , Tokoh agama, serta tokoh Masyarakat setempat.Rabu, 20 /05 / 2025 .

    Bisa diketahui bersama bahwa Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah Intruksi Presiden Nomor 9 tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Petunjuk Pelaksanaan Menteri Koperasi Nomor 1 tahun 2025 tentang Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dimana setiap desa atau kelurahan harus menjalankan musdes pembentukan koperasi desa merah putih tersebut.

    Kepala desa wangkal, Ahmad Taufiq di sela- sela musdes tersebut mengungkapkan ucapan terimaksihnya kepada seluruh undangan yang menghadiri musdes tersebut. Dan memfasilitasi dalam pembentukan musdes kopdes itu.

    ” Kami atas nama pemerintah Desa mengucapkan terimakasih atas adanya musdes ini. Karena ini merupakan program pemerintah pusat yang mendorong penguatan ekonomi yang harus kami laksanakan dan kami dukung” Paparnya.

    Sementara Camat Gading , Satrio Sinong Raharjo . dalam sambutannya mengungkapkan musdes pembentukan koperasi desa merah putih ini harus cepat dilaksanakan. Karena ini merupakan nawacita dari presiden. Yang di bulan Mei harus sudah di selesaikan. Dengan harapan sudah terbentuk semua. Khususnya di kecamatan gading .

    ” Pembentukan koperasi desa merah putih ini nawacita dari president. Yang mana dibulan ini semua harus selesai. Dan alhamdulilah pada siang hari ini. Sudah terlaksana dan tidak ada hambatan ” . Ungkapnya.

    Senada dengan yang diungkapkan oleh camat gading, Toni. Perwakilan dari dinas DKUPP . Juga Memberikan statment bahwasannya dengan adanya koperasi desa merah putih ini . Diharapkan perekonomian yang ada di desa Wangkal ini meningkat. Dan bisa menyiapkan tenaga kerja di desa wangkal khususnya.

    ” Dengan adanya pembentukan koperasi desa merah putih ini. Nantinya bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian khusunya warga wangkal. Dan alhamdulillah sudah dibentuk. Terkait penamaan Kopdes, Domisili kopdes. dan pengurus serta Pengawas model pembentukannya. besaran simpanan pokok dan simpanan wajibnya . beserta unit usaha yang nantinya akan dijalankan oleh kopdes merah putih desa wangkal Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo ” Imbuhnya.  Hery.

     

     

  • Pemkab Sosialisasikan Pelaksanaan Pemberian BLT DBHCHT 2025

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Sosial (Dinsos) memberikan sosialisasi pelaksanaan pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) tahun anggaran 2025 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (8/5/2025).

     

     

    Rakor ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diantaranya Inspektorat, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerh (BPPKAD), Dinsos, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja, Bagian Perekonomian dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Probolinggo.

    Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto ini diikuti oleh 512 orang peserta terdiri dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), perwakilan perusahaan rokok serta perwakilan desa dan kecamatan dari 14 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

    Selama kegiatan mereka dipandu oleh sejumlah narasumber terdiri dari Kanit Pidana Korupsi Polres Probolinggo Ipda Wahyudi Hariyanto dengan materi Transparansi Bansos BLT DBHCHT tahun 2025 dan Kasi Pengelolaan BB dan BR Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Irene Ulfa dengan materi Peran APH dalam Pengawasan Penyelewengan Pemanfaatan Bantuan Sosial serta Pencegahan Tindak Pidana Korupsi.

    Selanjutnya, Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Probolinggo Robiatul Adawiyah dengan materi Program DBHCHT tahun 2025 serta Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Siti Mariam dengan materi inti sosialisasi pelaksanaan pemberian BLT DBHCHT di kabupaten Probolinggo tahun 2025.

    Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto mengatakan alokasi dana untuk BLT DBHCHT tahun 2025 mencapai Rp21,7 miliar. Dana ini disalurkan kepada 17.912 penerima manfaat yang terdiri atas buruh tani tembakau dan cengkeh, pekerja industri rokok serta kelompok rentan lain seperti anak yatim yang berada dalam naungan LKSA.

    “Bantuan ini bersifat sementara, ditujukan untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi dan inflasi. Namun penyalurannya harus tepat, transparan dan tanpa pungutan apa pun,” katanya.

    Rachmad menegaskan penyaluran BLT DBHCHT dilakukan langsung ke tangan penerima melalui sistem distribusi yang diawasi ketat. Pemerintah desa berperan dalam verifikasi data penerima, namun tidak memfasilitasi atau menjadi perantara penyaluran dana. “Tidak ada biaya apa pun. PT Pos akan menyalurkan bantuan langsung ke penerima dengan memperhatikan keakuratan alamat dan data pendukung lainnya,” jelasnya.

    Menurut Rachmad, dari total 17.912 penerima, lebih dari 6.000 orang berasal dari sektor buruh pabrik rokok, baik dari bagian produksi maupun gudang. Data calon penerima dikumpulkan melalui kecamatan dan perusahaan, termasuk laporan kepatuhan perusahaan rokok terhadap status hubungan kerja.

    “Kami percaya, perusahaan yang patuh pasti memiliki data akurat terkait para pekerjanya. Ini penting untuk mendukung validasi. Selain buruh industri rokok dan petani tembakau, bantuan juga dialokasikan untuk anak-anak yatim, lansia dan kelompok rentan lain yang berada dalam pengawasan LKSA,” lanjutnya.

    Rachmad juga menyinggung pentingnya pemberdayaan ekonomi agar masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan sosial. Angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo masih tergolong tinggi, bahkan menempati posisi keempat di Jawa Timur.

    “Bantuan langsung hanyalah jangka pendek. Solusi jangka panjangnya adalah pemberdayaan masyarakat. Kami mendorong OPD dan pemerintah desa untuk aktif mengajukan program pemberdayaan,” terangnya.

    Lebih lanjut Rachmad menekankan bahwa penerima bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang tergolong produktif didorong keluar dari ketergantungan bantuan. “PKH harus dievaluasi setiap lima tahun. Jika tidak ada disabilitas dan dalam usia kerja, sebaiknya diarahkan untuk mandiri,” tegasnya.

    Rachmad mengajak semua pihak, termasuk masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan dan menyampaikan laporan bila ada dugaan penyelewengan. Dinsos membuka ruang pengaduan terbuka dan menjamin tindak lanjut yang cepat. “Kami siap menerima aduan apa pun. Ini penting untuk menjaga integritas program dan menjamin dana benar-benar sampai ke yang berhak,” pungkasnya. Hery

     

     

  • Disdikdaya Gelar Lomba Mewarnai Mamamia dan Lomba Cipta Menu Gizi Balita

     

    KRAKSAAN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-279, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar lomba mewarnai Mamamia TK dan lomba cipta menu gizi balita di Alun-alun Kota Kraksaan, Rabu (7/5/2025).

     

    Lomba mewarnai Mamamia jenjang PAUD Formal (TK) sebanyak 2.440 anak dan jenjang PAUD Non Formal (KB, TPA, SPS) sebanyak 2.377 anak serta lomba cipta menu bergizi balita dengan peserta 48 kelompok.

    Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE didampingi Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur.

    Pembukaan ini dihadiri oleh Pemimpin Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari, Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan serta Penilik dan Pengawas TK se-Kabupaten Probolinggo, Ketua IGTKI-PGRI dan Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo serta Ketua IGTKI-PGRI Kecamatan dan Ketua Himpaudi Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

    Dalam kesempatan tersebut, Ning Marisa bersama Kepala Disdikdaya Dwijoko berkeliling menyapa para peserta lomba mewarnai mamamia TK dan melihat dari dekat menu-menu yang ditampilkan oleh peserta lomba cipta menu gizi balita.

    Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE menyampaikan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. “Acara ini bukan sekedar lomba, tapi juga ajang silaturahim dan sarana berbagi pengalaman antar orang tua serta tenaga pendidik,” ujarnya.

    Ning Marisa juga mengapresiasi Disdikdaya yang telah menyediakan ruang kreativitas bagi anak-anak dan para ibu. Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut karena memberi dampak positif terhadap perkembangan anak dan kesadaran gizi keluarga.

    “Dengan semangat Probolinggo SAE, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan partisipatif bagi anak-anak,” tambahnya.

    Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan kegiatan ini menjadi bagian awal dari rangkaian kegiatan dalam memperingati Harjakapro, Hardiknas dan HAN.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pendidikan inklusif dan upaya peningkatan kualitas gizi balita. Ini adalah momentum memperkuat kolaborasi antar sekolah, orang tua dan instansi pemerintah dalam mewujudkan generasi emas di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

    Menurut Joko, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya daerah serta mendorong semangat pendidikan dan peran aktif guru, siswa dan masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan. “Selain itu, untuk menumbuhkan kepedulian dan komitmen terhadap pemenuhan hak-hak anak,” pungkasnya. Hery.

     

     

  • Bupati Probolinggo lakukan kunjungan di kecamatan krucil. Anak kecil sampaikan pesan

    Bupati Probolinggo lakukan kunjungan di kecamatan krucil. Anak kecil sampaikan pesan

     

    Adanya kunjungan bupati probolinggo yang menyapa masyarakat di wilayah Kecamatan Krucil. Yang bertujuan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat dan memperkuat sinergi pembangunan antar wilayah.di sambut baik oleh masayarakat setempat. Kerena dengan adanya kegiatan tersebut. Masyarakat krucil khususnya. bisa menyampaikan secara langsung apa yang menjadi problematika yang ada di desa itu.

     

    Hal yang sangat menarik ketika kunjungan bupati probolinggo menuju ke desa guyangan, kecamatan krucil. Tepatnya dusun tengah, RT 10 , RW 02 . Seorang anak kecil. Membentangkan tulisan dengan menggunakan bahan kardus. Dengan tulisan. PAK BUPATI TOLONG KAMI JALAN RUSAK KORBAN PENGUASA DINASTI. Rabu, 30/04/2025.

    Abdullah , selaku warga setempat dan juga tokoh masyarakat. Mengungkapkan kedua anak kecil tersebut. Ingin mengadukan langsung kepada bupati probolinggo. Terkait permasalahan jalan . Mengingat jalan rabat beton yang menghubungkan kedua desa, desa senang dan guyangan tersebut. perlunya perbaikan. Apalagi jalan tersebut juga merupakan jalan penghubung menuju kecamatan gading.

    ” Saya tanyakan tadi kepada anak kacil itu. ingin mengadukan langsung. Kepada bupati . Menginginkan agar jalan segera di perbaiki katanya. Namun harapan kedua anak itu sepertinya pupus. Karena Saya melihat bupati mengendarai motor trail . jadi mungkin belum melihat. Aduan anak itu ” . Imbuhnya .

    Aksi spontan kedua anak tersebut mencerminkan harapan masyarakat kecil untuk mendapatkan perhatian kepada pemimpin yang baru. Khususnya kepada Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris . Agar Terkait masalah jalan rusak yang merupakan warisan dari sebelumnya . Segera dituntaskan di kecamatan krucil. Hery .

     

     

     

     

     

  • Bupati Haris dan Ning Marisa Seharian Ngantor di Kecamatan Krucil

    Bupati Haris dan Ning Marisa Seharian Ngantor di Kecamatan Krucil

    KRUCIL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kembali melanjutkan program unggulan bertajuk “Bupati dan Wabup Ngantor di Kecamatan” yang kali ini menyapa masyarakat di wilayah Kecamatan Krucil, Rabu (30/4/2025). Program ini bertujuan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat dan memperkuat sinergi pembangunan antar wilayah.

    Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo. Kedatangan rombongan disambut antusias oleh masyarakat dan kepala desa se-Kecamatan Krucil.

    Kegiatan diawali dengan dialog terbuka di Kantor Kecamatan Krucil. Dilanjutkan dengan peninjauan pameran produk UMKM serta prolanis dan pelayanan puskesmas di Kantor Kecamatan Krucil.

    Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menyampaikan bahwa kehadiran seluruh unsur pimpinan Pemkab Probolinggo di Kecamatan Krucil bukan sekedar formalitas. Program ini bukan hanya tentang Bupati yang turun ke desa, tapi seluruh pemangku kebijakan “ngantor” langsung di kecamatan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menilai langsung kebutuhan riil pembangunan.

    “Ini bukan kunjungan biasa. Hari ini seluruh pemimpin daerah secara nyata memindahkan kantor ke Kecamatan Krucil. Tidak mungkin kami lakukan ini setiap hari karena kantor pusat akan kosong. Tapi ini bentuk keseriusan kami,” ujarnya.

    Bupati Haris menambahkan bahwa wilayah Kecamatan Krucil kini tengah menjadi prioritas karena masih menghadapi persoalan berat, terutama dalam hal kondisi infrastruktur dan akses menuju kawasan wisata strategis. “Hal ini karena Kecamatan Krucil ini menduduki juara infrastruktur terparah di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

    Menurut Bupati Haris, dalam beberapa bulan terakhir pihaknya juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyusun roadmap pembangunan infrastruktur dengan basis survei langsung di lapangan, termasuk di Kecamatan Tiris dan Krucil. Tujuannya, agar penyusunan program pembangunan berbasis pada kondisi riil masyarakat.

    “Kita tidak bisa hanya duduk di balik meja. Kalau ingin tahu persoalan jalan, harus merasakan sendiri. Begitu juga pertanian, pendidikan dan kesehatan. Semuanya harus disurvei langsung,” tegasnya.

    Salah satu potensi besar Kecamatan Krucil adalah sebagai kawasan agropolitan. Dari 14 desa yang ada, banyak di antaranya merupakan penghasil komoditas unggulan seperti kopi organik, porang dan gula semut serta memiliki potensi wisata alam berupa air terjun dan pemandangan pegunungan yang menawan.

    Bupati Haris berharap program “Ngantor di Kecamatan” ini menjadi sarana untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo. “Ini adalah bentuk tanggung jawab kita. Fasilitas yang kita pakai adalah amanah dari rakyat. Kalau kita ingin hidup barokah, jalani amanah ini dengan serius,” ungkapnya.

    Tak hanya itu, Bupati Haris juga meminta para camat agar memahami secara mendalam kondisi wilayahnya, termasuk potensi produksi pangan, angka produksi komoditas unggulan hingga permasalahan dunia pendidikan dan kesehatan.

    “Camat harus hafal berapa sekolah, berapa produksi kopi, jumlah air terjun dan akses wisatanya. Semuanya penting untuk menentukan skala prioritas pembangunan ke depan,” tambahnya.

    Usai berdialog dengan kepala desa dan masyarakat, Bupati Haris, Ning Marisa dan Sekda Ugas melakukan kunjungan ke KUD Argopuro sekaligus minum susu bersama di Rumah Susu. Kemudian melanjutkan kunjungan ke Bermi Ecop Park di Desa Bermi untuk meninjau Pengelolaan BUMDes di Kafe dan panen sayur kubis. Disisi lain, Ning Marisa juga Dasa Wisma Bermi.

    Kunjungan Bupati Haris berlanjut ke Desa Kalianan untuk petik kopi di jalur yang dilalui dan kunjungan ke pelayanan berbasis desa serta peninjauan UMKM gula semut. Selanjutnya melakukan kunjungan ke wisata kopi organik di Desa Watupanjang serta Desa Guyangan untuk mengunjungi ke desa tematik (durian dan alpukat), tebar benih ikan dan bersantai kopi. Kunjungan ini diakhiri di Rest Area Betek di Desa Betek.

    Sisi lain Sekda Ugas dari Bermi Eco Park melakukan kunjungan ke SDN Bermi 1 dan SDN Kalianan 2 melalui jalur Balai Desa Bermi. Dilanjutkan ke edukasi kopi organik di Desa Watupanjang dan kunjungan ke SMPN 1 Krucil sebelum akhirnya bergabung dengan Bupati Haris di Rest Area Betek.

    Sementara Ning Marisa dari Bermi Eco Park melakukan kunjungan ke SDN Bermi 1 untuk kegiatan Bunda Literasi dan sosialisasi perbankan alternatif di Balai Desa Bermi. Kunjungan dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke kerajinan batik dan UMKM di Desa Roto serta kerajinan tas dan UMKM di Desa Kertosuko. Lalu berakhir di Rest Area Betek di Desa Betek Kecamatan Krucil. Hery